Perkeretaapian Metropolitan Bandung Raya

Perkeretaapian Metropolitan Bandung Raya ini mengikuti perkembangan kawasan urban dan suburban di wilayah Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Mengacu pada hasil studi, total produksi perjalanan di Kawasan Perkotaan Bandung Raya pada tahun 2017 mencapai 1,89 juta smp (satuan mobil penumpang) per hari. Diperkirakan total pergerakan penumpang di Kawasan Perkotaan Bandung pada tahun adalah 2017 sebesar 4,2 juta orang/hari. Diperkirakan dalam waktu 20 tahun ke depan (tahun 2037), akan terdapat 2,8 juta smp/hari kendaraan yang akan beroperasi atau sebanyak 6,8 juta orang/hari yang akan melakukan perjalanan di Kawasan Perkotaan Bandung Raya.

Tingkat pertumbuhan pergerakan yang sangat tinggi tidak mungkin dihambat, sementara sarana dan prasarana transportasi sangat terbatas, mengakibatkan aksesibilitas dan mobilitas menjadi terganggu. Oleh karena itu, sebuah moda transportasi baru yang bersifat massal sangat diperlukan segera.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sedang mengkaji jenis moda transportasi masal yang tepat untuk pemecahan masalah ini. Studi pendahuluan dan review Outline Bussiness Case (OBC) sedang dilakukan, beriringan dengan penyusunan dokumen Studi Perencanaan Transportasi Perkotaan (Urban Mobility Plan).

  • Area cakupan/ pelayanan: Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang
  • Teknologi yang digunakan : Masih dalam tahap kajian
  • Perkiraan Kapasitas Penumpang: 26.843 penumpang/hari
  • Skema Pembiayaan : KPBU
  • Perkiraan Biaya Investasi : 3,7 T

Status : Tahap persiapan review Outline Bussiness Case (OBC)